Mbeling Dan Burung Manyar
|
Belum lama ini aku telah berhasil merekam beberapa ketololan yang pernah aku lakukan, Mbah. Sederhana saja, aku menulisnya secara singkat di sobekan-sobekan kecil kertas yang terbuang. Sengaja aku tempelkan hasil rekaman itu di langit-langit kamarku. Ya, agar aku selalu bisa tahu untuk tidak mengulangi hal yang sama di hari nanti. Ide menulis singkat di sobekan-sobekan itu terinspirasi oleh burung-burung manyar yang rajin dan sabar menganyam rumahnya yang menggantung di pohon-pohon kelapa. Mereka selalu menyambut musim panen. Dan tikus-tikus tanah juga tak kalah ceria menyambut musim panen, mereka meranggas dari liang persembunyiannya. Oh, jadi ini coretan yang sengaja tidak kau kirim tho Lee? Iya Mbah, yaa karena aku sudah terlalu malas membeli perangko. Tapi sekarang aku sudah tidak pernah melihat kawanan burung manyar itu lagi, Mbah. Lucu sekali jika aku mengingatnya, menjadikan bekas rumah kawanan burung manyar sebagai sepatu saat bermain. Kemudian merangkai daun-daun nangka yang gugur dan sudah menguning sebagai mahkota kebesaran, lucu sekali. Jadi sekarang berapa lembar kira-kira? Lembar apa, Mbah? Lembaran ketololanmu itu, hiyahahahaha ….. Mister Karyo tertawa puas dan Mbeling melengos kecut bergegas menuju ke halaman depan rumah mereka, menghampiri lelaki mungil nan ingusan yang berlari-lari kecil menuju rumah mereka. “Pakleeeik, njaluk sangu-neeeee …. ” Sudah berapa tahun Mbah? |
Dah lama ga worpress-an, sekalinya mbukak wordpress langsung ngeklik wolakwalik, kangen pengen moco mister karyo meneh…
ehehehe…
Phew….tumben ga wordpressan, ga entuk koneksi inyet tha brur?
oleh sih, onok triji, saking cepet e (Kebetulan entuk cepet) bulan ini aku exceed sampe 500rb jal? pening lah awak ni… lha tak kiro unlimitet, hahahaha..
untungnya masih bisa dibayarin ama kantor, slamet wal afiat deh…
ga tau bulan depan nambah brapa juta, hahaha…
*masih belum bisa menyempatkan diri nulis2 lageeee… T_T, wis aku moco nggonmu we lah yo…
Bas…ra mudeng moco tulisanmu….
Opo to karepe kie…….???