Call *1 595

Posted in Gombalan by Bas on August 21, 2009

Menyambut bulan Ramdhan, beberapa orang memilih berdzikir. Ada juga yang lebih memilih kegiatan bermanfaat yang lainnya. Saya memilih untuk menulis lamunan di blog ini. Padahal salah satu teman sudah memberi saran, saatnya berburu pahala :P

Alhamdulillah kita masih diberi nafas dalam dimensi Ramadhan oleh Penguasa cakrawala, Tuhan alam semesta.

T: Lagu apa yang menjadi favorit untuk didengar saat perjalanan?
J: Sesuai kemungkinan perjalanan itu sendiri, kondisi malam siang dan jenis kendaraan sangat mempengaruhi hal itu.

T: Tentang perjalanan malam misalnya?
J: Seringkali deru suara gesekan roda gila kereta api dengan relnya, namun sekarang lebih sering mendengar suara lembut dari kotak mesin elektronik rumit ‘…thank you for using transjakarta busway’

T: Bagaimana dengan lagu pengiringnya ?
J: Saat ini masih memilih lagu Tania dari Anang, Juwita Malam oleh Slank, Distorsi-nya Ahmad Band, Angan milik Gigi serta Lucky lantunan Jason Mraz

T: Di bulan Ramadhan, ada lagu favorit?
J: Maaf, saya bukan penggemar nasyid

T: Mungkin lagu yang kental nuansa religi-nya?
J: Kandidat utama lantunan sayup-sayup Madah Rasul oleh Dang F mungkin lebih cocok, namun Angel-nya Sarah McLachlan dan Sendiri-nya Tohpati juga cocok

T: Bagaimana dengan semangat bangun pagi?
J: Seharusnya ini tugas ayam-ayam jantan itu, tapi sepertinya sudah banyak ayam yang dijadikan korban makanan cepat saji

T: Penggantinya?
J: Belum terpikir, sementara masih ada weker

T: Bagaimana dengan rencana mudik?
J: Pertanyaan yang lain?

T: Wawancara pertama?
J: Tidak bisa meyakinkan calon bos kecil dan calon bos besar ‘to hire me’ :p

T: Lebih jelasnya?
J: Sebaiknya anda melihat sinetron lebih sering

T: Bagaimana tentang perubahan jam kerja di bulan puasa?
J: Tidak banyak yang berubah, seperti biasa berangkat sebelum pukul tujuh pagi kemudian tertib antri membeli tiket busway.

T: Bagaimana cara menghubungi anda jika tidak masuk tanpa pemberitahuan?
J: Dial ke *1 595

T: Wow, nomor cantik
J: Sepertinya anda butuh ganti kacamata

*** nyaring terdengar melodi Midnight milik Joe Satriani ***

T: Berapa biaya yang anda keluarkan untuk mendapatkan ringtone itu dalam Motorola C650? sms premium?
J: Maaf, saya tidak butuh mengirim sms premium ke blah blah blah blah untuk mendapatkan ringtone meski gratis.

*** J berbicara dengan salah satu rekannya, kemudian ***

J: Maaf , ada kebakaran di Wisma Mulia. Wawancara ini disambung lain waktu saja, terima kasih.

RAID 1 Volume Expand

Posted in Solaris by Bas on August 16, 2009

Just a week ago, there was an experience which I need to share beside the materials is provided by sundocs. Given two disks which already set up in mirror mode (RAID 1) on Solaris operating system, called it disk A and disk B. Since the disk usage by application is going rapidly, there is such as necessity to appending or growing the size of existing disk space of mirrored disk which contains two disks.

By logical, it must contain two additional disks attached in case of expanding the given existing setup RAID 1. Those two additional disks (Disk X and Disk Y) must in same type and identical each other. Below, step by step command and little description to expand RAID 1 volume which I used to expand d4 metadevice mounted on /data.

1. Check meta database to identify attached disk in RAID 1 .

sh>  metadb
flags		first blk	block count
     a m  p  luo    	16	8192		/dev/dsk/c1t0d0s3
     a    p  luo    	8208	8192		/dev/dsk/c1t0d0s3
     a    p  luo    	16400	8192		/dev/dsk/c1t0d0s3
     a    p  luo    	16	8192		/dev/dsk/c0t0d0s3
     a    p  luo    	8208	8192		/dev/dsk/c0t0d0s3
     a    p  luo    	16400	8192		/dev/dsk/c0t0d0s3 




2. Check meta statistic to identify RAID 1 correspondence.

sh>  metastat –p
d7 –m d17 d27 1
d17 1 1 c0t0d0s7
d27 1 1 c1t0d0s7
d6 –m d16 d26 1
d16 1 1 c0t0d0s6
d26 1 1 c1t0d0s6
d5 –m d15 d25 1
d15 1 1 c0t0d0s5
d25 1 1 c1t0d0s5
d4 –m d14 d24 1
d14 1 1 c0t0d0s4
d24 1 1 c1t0d0s4
d1 –m d11 d21 1
d11 1 1 c0t0d0s1
d21 1 1 c1t0d0s1
d0 –m d10 d20 1
d10 1 1 c0t0d0s0
d20 1 1 c1t0d0s0 




3. Check mount point that corresponds to each metadevice..

sh>  cat /etc/vfstab
#device		device		mount		FS	fsck	mount	mount
#to mount	to fsck		point		type	pass	at boot	options
#
fd	-	/dev/fd	fd	-	no	-
/proc	-	/proc	proc	-	no	-
/dev/md/dsk/d1	-	-	swap	-	no	-
/dev/md/dsk/d0	/dev/md/rdsk/d0	/	ufs	1	no	-
/dev/md/dsk/d5	/dev/md/rdsk/d5	/var	ufs	1	no	-
/dev/md/dsk/d6	/dev/md/rdsk/d6	/cat	ufs	1	yes	-
/dev/md/dsk/d7	/dev/md/rdsk/d7	/opt	ufs	1	yes	-
/dev/md/dsk/d4	/dev/md/rdsk/d4	/data	ufs	1	yes	-
swap	-	/tmp	tmpfs	-	yes	-




4. Create new slice(s) on c0t1d0s0 and c1t1d0s0 , I do not write much in this part process :)

sh>  format 




5. Copy VTOC from disk c0t1d0 into disk c1t1d0.

sh>  prtvtoc /dev/rdsk/c0t1d0s2 | fmthard –s - /dev/rdsk/c1t1d0s2 




Target expanding mirror metadevice : d4
Target expanding submirror metadevice :
a. d14 corresponds to c0t0d0s4
b. d24 corresponds to c1t0d0s4

Target expanding new slices into each submirror :
a. attach c0t1d0s0 into d14
b. attach c1t1d0s0 into d24

sh>  metattach d14 c0t1d0s0
sh>  metattach d24 c1t1d0s0 




6. Check meta statistic to identify RAID 1 correspondence post metattach

sh>  metastat –p
d7 -m d17 d27 1
d17 1 1 c0t0d0s7
d27 1 1 c1t0d0s7
d6 -m d16 d26 1
d16 1 1 c0t0d0s6
d26 1 1 c1t0d0s6
d5 -m d15 d25 1
d15 1 1 c0t0d0s5
d25 1 1 c1t0d0s5
d4 -m d14 d24 1
d14 2 1 c0t0d0s4 \
	 1 c0t1d0s0
d24 2 1 c1t0d0s4 \
	 1 c1t1d0s0
d1 -m d11 d21 1
d11 1 1 c0t0d0s1
d21 1 1 c1t0d0s1
d0 -m d10 d20 1
d10 1 1 c0t0d0s0
d20 1 1 c1t0d0s0 




7. Expanding file system on RAID 1 target metadevice d4.

sh>  growfs -M /data /dev/md/rdsk/d4 




This step can be done without unmounting /data directory or bringing down the machine first, well done.

Mbeling Dan Burung Manyar

Posted in Gombalan by Bas on June 8, 2009

Belum lama ini aku telah berhasil merekam beberapa ketololan yang pernah aku lakukan, Mbah. Sederhana saja, aku menulisnya secara singkat di sobekan-sobekan kecil kertas yang terbuang.

Sengaja aku tempelkan hasil rekaman itu di langit-langit kamarku. Ya, agar aku selalu bisa tahu untuk tidak mengulangi hal yang sama di hari nanti. Ide menulis singkat di sobekan-sobekan itu terinspirasi oleh burung-burung manyar yang rajin dan sabar menganyam rumahnya yang menggantung di pohon-pohon kelapa. Mereka selalu menyambut musim panen. Dan tikus-tikus tanah juga tak kalah ceria menyambut musim panen, mereka meranggas dari liang persembunyiannya.

Oh, jadi ini coretan yang sengaja tidak kau kirim tho Lee?

Iya Mbah, yaa karena aku sudah terlalu malas membeli perangko. Tapi sekarang aku sudah tidak pernah melihat kawanan burung manyar itu lagi, Mbah.

Lucu sekali jika aku mengingatnya, menjadikan bekas rumah kawanan burung manyar sebagai sepatu saat bermain. Kemudian merangkai daun-daun nangka yang gugur dan sudah menguning sebagai mahkota kebesaran, lucu sekali.

Jadi sekarang berapa lembar kira-kira?

Lembar apa, Mbah?

Lembaran ketololanmu itu, hiyahahahaha …..

Mister Karyo tertawa puas dan Mbeling melengos kecut bergegas menuju ke halaman depan rumah mereka, menghampiri lelaki mungil nan ingusan yang berlari-lari kecil menuju rumah mereka.

“Pakleeeik, njaluk sangu-neeeee …. ”

Sudah berapa tahun Mbah?