Sebulan yang lalu, Vespa PX150 ’79 saya mengalami masalah. Symptom yang ada adalah mesin susah dihidupkan, busi selalu basah, knalpot dan lubang venturi nembak bersamaan namun kabel koil masih ada percikan api. Ini gejala umum yang terjadi pada Vespa, baik yang menggunakan system ignition (pengapian) platina atau yang sudah CDI.

Karena penasaran, saya coba pengecekan dasar. Beberapa lama pengecekan, ternyata kondisi drat busi pada silinder head sudah rusak (dol). Memang dulu, lubang busi tersebut pernah dibetulkan dengan tambal bubut. Berdasarkan literatur komunitas Vespa, lubang busi yang pernah dibetulkan dengan tambal bubut akan kembali bermasalah (dol lagi), hanya menunggu waktu, dan akhirnya memang terbukti di Vespa ini.

Beberapa lama mencoba cari bengkel Vespa sekitar rumah, akhirnya nemu sekitar jarak 4km dari rumah. Terpaksalah harus nyetut Vespa ini dengan kawan ke bengkel.
Tak lama ngobrol ngalor ngidul, Vespa saya harus nginap karena part silinder head kosong, jadi harus nunggu (meski part copotan) dari rekanan si empunya bengkel.

Sehari nginep, dapat kabar via WA Vespa sudah sehat. Pengecekan sana sini, saya tanya status karburator hingga magnet & platina. Si empu bengkel bilang semua masih okey.
Setelah lirik dan beli beberapa aksesoris dan bayar semua biaya, ngacir juga akhirnya Vespa sampai rumah.

Kira-kira hampir seminggu Vespa sehat, somehow suatu pagi macet lagi dengan symptom serupa, tapi silinder head normal tidak cacat. What’s wrong here?
Vespa nembak sangat tidak enak, membuat anak-anak dirumah takut hehehe….

Saya review kembali literatur komunitas Vespa untuk symptom tersebut. Secara garis besar bisa disimpulkan problem berada di timing pengapian / ignition timing. Koil dan busi mengeluarkan percikan api biru dan besar belum tentu ignition timing normal.
Dari literatur dan knowledge sharing oleh Pak Hasan Babeh yang seorang scooterist, adventurist, mekanik kawakan sekaligus engineer berpengalaman bahwa,
ignition timing paling tepat adalah saat piston posisi TMA namun stang piston sudah sekian derajat bergeser akan turun. Pengapian sebelum TMA atau saat TMA sangat tidak efisien.

Pengapian sebelum TMA ibarat ejakulasi dini, kompresi tidak optimum. Ledakan oleh busi terjadi saat piston masih perjalanan menuju TMA. Artinya ada daya dorong ledakan menghambat piston naik ke TMA sehingga seolah keadaan seperti ngerem, atau ng’brake atau nahan piston naik. Akibatnya pembakaran tidak sempurna, daya berkurang dan bisa jadi boros atau worst case Vespa berjalan mundur.

Pengapian saat TMA yaitu ledakan terjadi saat kruk as + stang piston + piston berada pada posisi sejajar (180 derajat). Ignition timing ini berdampak pukulan pada kruk as sehingga bisa membuat piston rusak, stang piston bengkok, kruk as cacat atau mesin retak.

Pengapian saat piston posisi TMA namun stang piston sudah sekian derajat bergeser akan turun adalah yang paling efisien dan optimum. Ledakan saat piston TMA dan stang piston sudah akan turun, piston turun mengayun dengan perfect.

Perlu diingat, saat posisi piston di TMA, stang piston masih bisa bergerak sekian derajat tanpa membuat piston bergerak meninggalkan posisi TMA. Posisi stang piston ini lah yang dicari sebagai ignition timing paling efisien dan optimum. Engineer maupun mekanik profesional biasanya menggunakan busur derajat untuk mendapatkan setting ignition timing yang tepat ini.

optimum_timing

Ignition Timing

Untuk kasus Vespa saya, perlu membuka flywheel (kipas magnet) dulu hingga bisa investigasi lebih lanjut. Semakin penasaran, ya sudah saya niatin DIY, saya koret-koret duit seadanya buat beli tools kunci sok dan treker/tracker/traker/puller.

Dengan menunggu sekian hari mengumpulkan tools akhirnya bisa membuka flywheel sendiri. Setelah menggeser posisi sesuai gambar, Vespa sehat sentosa.

Memang seharusnya pakai busur derajat dan piston stopper tools untuk keperluan setting ignition timing yang lebih akurat.

ignition_timing

Tanda TMA

Salam mesin kanan.

p.s: gambar ilustrasi saya sertakan dari akun fb Pak Hasan Babeh

 

Advertisements

Hey, we may know how to kill process in unix environment especially the zombie process. All we need is process ID information (PID) and execute ‘kill -9 PID’. But what if those zombie process are hard to be killed & removed? How if we can’t mount a partition and found message “mount: /dev/hdb1 already mounted or /lad/cdma/ busy”

I tried some trick to troubleshoot when found a directory ‘/lad/cdma’ from /dev/hdb1 partition known as read only mode. I already checked /etc/fstab and everything is normal that means no read only mode written in this file configuration. This ‘/lad/cdma’ can’t be remounted.

At last, it can be solved by using this steps,

1. Stop application & database that related to ‘/lad/cdma’
2. Check, kill & trace all process that related to ‘/dev/hdb1’ partition

sh> fuser -m /dev/hdb1
sh> kill -9 PID
sh> strace -p PID

3. Check, kill & trace all process that related to ‘/lad/cdma’

sh>kill -9 PID
sh>strace -p PID

3. Unmount ‘/lad/cdma’

sh> unmount /lad/cdma

4. Remount ‘/lad/cdma’

sh> mount /lad/cdma

Hmm good 🙂

5. Done

Catatan buat Dek Denok sayang,

(I do swear that I’ll always be there. I’d give anything
and everything and I will always care. Through weakness
and strength, happiness and sorrow, for better, for worse,
I will love you with every beat of my heart.)

From this moment life has begun
From this moment you are the one
Right beside you is where I belong
From this moment on

From this moment I have been blessed
I live only for your happiness
And for your love I’d give my last breath
From this moment on

I give my hand to you with all my heart
Can’t wait to live my life with you, can’t wait to start
You and I will never be apart
My dreams came true because of you

From this moment as long as I live
I will love you, I promise you this
There is nothing I wouldn’t give
From this moment on

You’re the reason I believe in love
And you’re the answer to my prayers from up above
All we need is just the two of us
My dreams came true because of you

From this moment as long as I live
I will love you, I promise you this
There is nothing I wouldn’t give
From this moment
I will love you as long as I live
From this moment on

Lagu Kita

January 23, 2012

Biasanya sih orang punya lagu yang merefleksikan dirinya, semacam identitas ketika sedang sedih berduka, gembira sampai kasmaran. Nah ini tak coba share ke sampean lagu-lagu yang menjadi semacam soundtrack atau theme song hari-hari, siapa tahu tho ada yang nyantol.

Lagu My Way yang pernah dibawakan oleh Frank Sinatra juga oleh Elvis Presley, padat singset berisi dan maknyus. Tak diragukan lagi, lirik dan untaian nadanya begitu mengaduk emosi, coba sesekali sampean dengerin.

Kemudian ada Gran Torino. Lagu ini ditulis oleh Jamie Cullum bersama dua orang lainnya spesial untuk film Gran Torino-nya Clint Eastwood. Chorus Gran Torino pernah dibawakan oleh Axl Rose dalam konser GNR di akhir 2011 sebagai intro lagu November Rain.

Sedangkan lagu Everybody’s Changing milik Keane juga masih menggelayut dalam nada semangat.

Stuck In The Moment garapan U2 sangat nendang, kickass pokoknya maah.

Nah kalau yang It’s Alright dari Black Sabbath bisa meredam segala argumen. In case everything doesn’t work out, still God with us and it’s alright.

Lagu di atas mungkin bisa ditautkan, “I did it my way” because “I need someone to hold” and “I try to stay awake and remember my name” also “I’m not afraid of anything in this world” so “It’s alright it’s alright”

Kalau lagu romantis? Buaaaanyaak deh, nih contohnya lagu Arti Kehidupan dari Om Mus Mujiono dan Ketaman Asmoro milik Didi Kempot.

Nah kalau masih kecil, theme song yang cocok yaa si Gundul Gundul Pacul 🙂

San, Howdy?

December 31, 2011

Ting tung, chat messenger di monitorku muncul. Ada account chat yang offline memulai percakapan denganku, kupikir mungkin dia sedang menghindari yang lain.

“Buzz”, “San, howdy. You’re working in Bandung right?”

“Soon, I need to go there” , “You know what. Almost three years something months, I was walking nowhere”.

Sambil ikuti percakapan, kusesap kopi panas di meja. Hanya berselang detik, dia terus menulis cerita kelunya.

“I blocked some contacts, cause I cant hear their critics and advices even it sounds good to me”

“Those depressed me so much, it caused me in deep pain”

“I dont like how they judge me, they don’t know me and they don’t care, I know it. It seems I lost in faith for my friend, especially those people”

Siang itu hanya ada rasa ingin tahu, tapi kukesampingkan.

“I’ve got contract last week. And you know? I’m going to work next month in Bandung”, selanya.

Kucoba meraih HP di saku baju untuk melihat nomorku sebelum kuberikan padanya, heran dengan nomor sendiri pun aku tak ingat.

“Hei Stev, this is my number +628xxxyyzzvv” timpalku, “Just drop me a call whenever you need”

Aku panggil dia Stev, panggilan dari namanya Steven Moore Rosenbaum.

Dulu, aku mengenalkan namaku sebagai Sandy ke dia. Biar keren dan terdengar beken. Padahal kalian sendiri tahu namaku, Mbeling.

Aku senang bisa tahu dia mampu berjalan tegap kembali di akhir tahun ini. I need to learn from him and also need to be stronger, may God give stronger arms to me, amin.

Lima Keajaiban Suasana

December 25, 2011

Bila ada kuisioner mengenai lima keajaiban suasana paling yahut, saya milih lima ini,
1. Suasana fajar
2. Romansa senja
3. Pelangi
4. Bintang
5. Hujan

Nek sampean sempat tahu, dalam cerita film City of Angels, suasana fajar adalah momen paling hidmat bagi malaikat. Setiap fajar, mereka berkumpul di pinggiran pantai untuk mengheningkan cipta menikmati suara alam, seolah ada nuansa melodic yang sakral dalam pesona fajar. I love this movie, full of inspiration.

Sedangkan saat senja hari, keindahan ada dalam mega jingga di hamparan langit membuat seolah waktu sejenak melambat. Saat mentari sudah hilang tenggelam, mega jingga ini sebagai penanda waktu dimulainya doa-doa kebaikan dalam shalat maghrib bagi muslim.

Kalau pelangi sampean pasti ngerti seperti lirik lagu ini,
Pelukismu agung, siapa gerangan
Pelangi pelangi, ciptaan Tuhan

Keindahan berikutnya adalah bintang, dihamparkan di langit sejauh kita memandang. Namun sayangnya di kota, kita belum bisa benar-benar melihat keindahan seutuhnya. Terlalu banyak polusi cahaya. Pernah suatu ketika perjalanan malam dalam rimbunnya hutan, saya beserta teman seperjuangan istirahat bersandar di pohon dan tiduran di tanah menatap ke atas. Saya dapati cemerlang bintang-bintang, indah bikin hati berkerut. How can those stars shine perfectly beautiful, feels like they’re gonna say some special thing.

Lha kalau keindahan alam bisa bicara, mungkin hujan akan banyak memberikan nasehat. Seringkali orang mengeluhkan hujan, diharapkan dan dihindari, malahan ada juga lho yang menolak hujan seperti pawang hujan. Hujan tetap turun, namun si pawang seolah menggeser hujan turun di tempat lain. Serunya, kalau ada 2 atau lebih pawang hujan saling menggeser turunnya hujan, hujan turun lebat disertai gemuruh angin ribut.

Saya bisa kangen rumah ketika aroma hujan menyeruak. Sampean tahu kan aroma hujan, aroma khas hujan campur debu ringan yang dibawa angin sejuk nan segar. Bunyi hujan juga tak kalah indah, coba dengarkan dan matikan lampu serta hal bising lainnya.

Suka maupun duka, banyak kenangan dalam hujan bukan? Laugh Love Life Live Lalalalalalaaa…..

@Dek Denok,
Aku senang kita bisa mendengarkan hujan dalam sunyi di waktu yang sama, meski jarak terbentang.

My Elevator

December 15, 2011

Sometime, shit happens and that’s why I got a story. I gotta work everyday at office which located in 10th floor. As usual, I take my lunch at 11.30 am. I leave desk and going to the elevator immediately and so on to 1st floor.

When it arrives at 1st floor and the door is opened, guess what, I cant move to outside. Shit happens, those people by their attitude pretending to not know the others that need to exit from the elevator. They just standing in front of elevator’s door and blocking the way, and the worst, they just ignorantly enter to the elevator. Pretty ignorance.

If only they know the serious problem of those attitude, huh.

%d bloggers like this: