Mbeling Dan Burung Manyar
|
Belum lama ini aku telah berhasil merekam beberapa ketololan yang pernah aku lakukan, Mbah. Sederhana saja, aku menulisnya secara singkat di sobekan-sobekan kecil kertas yang terbuang. Sengaja aku tempelkan hasil rekaman itu di langit-langit kamarku. Ya, agar aku selalu bisa tahu untuk tidak mengulangi hal yang sama di hari nanti. Ide menulis singkat di sobekan-sobekan itu terinspirasi oleh burung-burung manyar yang rajin dan sabar menganyam rumahnya yang menggantung di pohon-pohon kelapa. Mereka selalu menyambut musim panen. Dan tikus-tikus tanah juga tak kalah ceria menyambut musim panen, mereka meranggas dari liang persembunyiannya. Oh, jadi ini coretan yang sengaja tidak kau kirim tho Lee? Iya Mbah, yaa karena aku sudah terlalu malas membeli perangko. Tapi sekarang aku sudah tidak pernah melihat kawanan burung manyar itu lagi, Mbah. Lucu sekali jika aku mengingatnya, menjadikan bekas rumah kawanan burung manyar sebagai sepatu saat bermain. Kemudian merangkai daun-daun nangka yang gugur dan sudah menguning sebagai mahkota kebesaran, lucu sekali. Jadi sekarang berapa lembar kira-kira? Lembar apa, Mbah? Lembaran ketololanmu itu, hiyahahahaha ….. Mister Karyo tertawa puas dan Mbeling melengos kecut bergegas menuju ke halaman depan rumah mereka, menghampiri lelaki mungil nan ingusan yang berlari-lari kecil menuju rumah mereka. “Pakleeeik, njaluk sangu-neeeee …. ” Sudah berapa tahun Mbah? |
Menampilkan Maximum Disk Usage
Yuk kita belajar menampilkan disk usage sesuai dengan batas maksimum yang bisa kita tentukan sendiri
Seperti shell code pada umumnya, kita harus menulis satu baris deklarasi shell code di baris pertama.
| #!/bin/sh |
Berikut fungsi yang berguna untuk menentukan aturan batas maksimum disk usage yang akan ditampilkan, kita sebut saja fungsi tanya.
|
tanya() { echo -en “Masukkan nilai batas maksimum disk usage (ex:92) : “ read answer max=$answer } |
Dan berikut merupakan fungsi yang mengolah kombinasi beberapa command dengan informasi dari fungsi tanya, kita sebut saja fungsi jawab. Fungsi ini masih bisa dimodifikasi sesuai keinginan dan kebutuhan.
|
jawab() { GET_SIZE=`df -k | awk ‘ gsub(”%”, “”) \ { if($5 >= usage) print $1 “\tis full for \t \033[1;32m” $5 “% \033[0m” “\tmounted on” “\t” $6}’ usage=$max` echo -e “” echo -e “\033[1m Berikut ini adalah daftar disk usage di atas \033[0m \033[2m $max% !\033[0m” echo -e “” echo -e “$GET_SIZE” echo -e “” } |
Setelah penulisan dua fungsi di atas selesai, maka saatnya kita panggil dua fungsi tersebut secara berurutan.
|
tanya jawab |
Saya pikir code tersebut sangat berguna ketika kita memiliki banyak sekali mount point dari external storage, apalagi ketika kita harus me-manage preventive maintenance mesin yang jumlahnya sangat banyak ![]()
Cygwin N’ PuTTY
|
Kendala utama yang sering saya alami di sistem operasi Windows adalah tidak tersedianya toolkit pengolah data text yang ringan dan cepat, mengingat tidak selalu tersedianya mesin Unix/Linux yang bisa dipakai setiap saat. Saya tidak menginginkan VirtualBox, VMWare maupun sistem operasi container yang lainnya jika hanya untuk kebutuhan pengolahan text seperti Anda benar, Cygwin adalah jawaban yang brilliant Cygwin merupakan desain lingkungan ruang kerja Linux atau lebih tepatnya Linux-like environment untuk Windows. Dalam hal ini kita bisa menggunakan commandline yang umum digunakan di Unix/Linux seperti Namun, ada satu hal yang sepertinya sedikit tidak nyaman saat menggunakan Cygwin tersebut. Apa itu? Tepat jawaban anda Cygwin menggunakan Kita cukup install Cygwin dan PuTTY dalam sistem operasi Windows. Anda juga bisa mencoba tool MinTTY jika tertarik. |

