Euforia lima tahun terakhir

Konsep tulisan ini dari blog yang sekitar satu semester lalu saya baca, namun saya lupa alamat blog tersebut. Jauh sekitar lebih dari lima tahun yang lalu, ketika pengumuman kelulusan senior high school atawa SMA di jaman-jaman muda mudi. 1

Dapat warning dari orang tua, serius dikit duooongs cepetan kuliah sana 1

Semangat kejar setoran belajar untuk bisa lolos open recruitment di SPMB dan tes ujian masuk STT Telkom IT Telkom karena belum pernah ikut bimbingan belajar intensif. 1

Di malam jelang tes bukannya belajar, malah santai ga karuan 1

Seusai ujian pun 1

Kebingunan di hari pengumuman penerimaan mahasiswa baru STT Telkom IT Telkom karena informasi mahasiswa yang diterima ada di internet, dan saya belum tahu apa internet itu? 1

Dan selamat nomor ujian serta nama anda tercantum sebagai mahasiswa baru 1

Melewati masa-masa orientasi kampus atau pengenalan dunia kampus telekomunikasi (PDKT) baca pe de ka te, ngadepin senior yang gumede 1

Dan selamat datang kuliah 1 , selamat datang praktikum 1 , selamat datang tugas pendahuluan 1, selamat datang jurnal 1, selamat datang tugas besar. 1

Tugas praktikum seabrek, pengen rasanya bunuh asisten 1

Nilai praktikum di ground, di-and dengan bit 0 , ngulang praktikum semester depannya bahkan taon depannya 1

Dapet nilai E di beberapa mata kuliah sampai harus ngulang mata kuliah yang sama sampai empat (4) kali 1

Selamat datang tugas akhir yang sempet bikin 1 gara-gara beberapa sistem komputer yang dipakai ngambeg ga mau jalan sekaligus format data di harddisk rusak, I/O error pleazeeee 1

Sidang tugas akhir 1

Wisuda bareng temen-temen 1

Dapet warning dari orang tua, woi seriuus woi cepetan cari kerja sana 1

Kunang Kunang Dunia

“Umbarno ojo diuncup, iku kukune wong mati le”
Kalimat yang bisa diartikan -biarkan jangan ditangkap, itu adalah kuku orang mati nak- itulah yang terucap oleh nenek dan beberapa tetangga tua diwaktu saya masih seumur usia bawah lima tahun dan masa awal sekolah yang notabene nakal nda karuan. Anak kecil yang terlalu senang untuk mengeksploitasi binatang kecil mulai kupu-kupu, kunang-kunang, jangkrik, burung, belalang dan capung. Memang tidak ada cara yang lebih efektif selain membuat takut anak kecil agar tidak mengganggu komunitas binatang dan ekosistemnya.

Kunang-kunang memang mudah dijumpai karena di dekat rumah saya terdapat sungai kanal kecil yang berfungsi untuk irigasi lahan sawah antar desa. Bagian kanan kiri pinggir tepian air tumbuh tanaman kecil seperti lompong sungai (tales wulung), bunga kana merah dan rumput gajah yang subur. Pada malam hari, indah benar kawanan kunang-kunang bertebaran kelap-kelip sekitar tanaman di tepian air sungai tersebut.

Jika saat luang yang sekarang lebih menyempatkan membaca buku atau bacaan yang remeh-temeh, maka saat luang masa kecil artinya kebebasan. Dari bermain layang-layang, bermain kelereng, berburu sarang burung ke ujung desa tetangga melintasi kebun-kebun tebu dan jagung serta tanaman perdu nda jelas itu, hingga ramai-ramai memancing di sungai besar yang berjarak sekitar seratus meter dari sungai kanal kecil. Biasanya kegiatan memancing dilakukan saat libur panjang sekolah sekitar satu minggu.

Umpan untuk memancing ini adalah cacing kecil elastis berwarna kemerahan yang mudah didapatkan dengan mengaduk-aduk lumpur di tepian sungai kanal kecil. Sedangkan jika sudah cukup, kumpulan umpan berupa cacing ini ditampung dengan daun tales wulung yang lebar. Pernah terbesit rasa iseng menggunakan kunang-kunang sebagai umpan. Namun sayang di waktu siang kunang-kunang tidak terlihat wujudnya, kuku orang mati hanya menampakkan wujud di malam hari. Jangan tanya soal ikan hasil memancing, dapat satu ikan kecil saja rasanya sudah gembira, bukan masalah hasil tetapi kebebasan eksplorasi.

Namum ‘kebebasan’ tersebut meminta konsekuensi yang mutlak, rambut berwarna kemerahan karena terlalu sering diterpa panas mentari dan kulit pun menjadi hitam legam.

Adalah kunang-kunang dan sang kodok masih dapat saya nikmati eksistensinya di lingkungan sekitar kampus saya yang sekarang.

Dag Dig Dug …. Pyaar

Beberapa teman saya merasa sudah lega seusai sesi sidang tugas akhir di depan tiga dosen penguji dan satu atau dua dosen pembimbing yang dihadiri oleh beberapa kolega. Sedangkan saya? rasanya masih ada banyak hal yang membuat pikiran tidak tenang.

الحمد لله satu revisi yang diminta dosen penguji dengan tenggang waktu satu minggu, dalam kondisi kesehatan yang kurang optimal, flu.

Terima kasih kepada teman-teman yang ikut repot dalam proses pengerjaan tugas akhir maupun pada proses sidang tugas akhir saya.

E Building 2nd floor, E204. Common Laboratory - CnC Laboratory. STT Telkom IT Telkom

-Rabu 5 Maret 2008-